BAGAIMANA SAYA MENCINTAI DIRI SENDIRI
Oleh: Sofia Aiman Rahma Kusuma
Fakultas: Hukum
Cluster: 52
Kalimat, “aku cinta diri sendiri,” memang terdengar begitu mudah untuk diucapkan. Namun siapa sangka bahwa masih banyak dari kita yang sulit untuk menerapkan kalimat tersebut pada kehidupan sehari-hari. Siapa sangka bahwa masih banyak dari kita yang merendahkan atau malah membenci diri sendiri. Rasa merendahkan sampai pada taraf membenci diri sendiri menurut saya beranjak dari adanya perasaan tidak puas dan minder. Merasa diri sendiri tidak bernilai, tidak memiliki kelebihan apapun, dan tidak puas, terutama setelah kita berkaca pada orang lain yang kita rasa ‘lebih’.
Sebenarnya, efek setelah kita berkaca pada orang lain yang kita rasa ‘lebih’, bisa berubah menjadi positif dan juga negatif. Semua itu sesuai dengan bagaimana pikiran kita merespon. Bila efeknya positif, kita akan merasa semakin termotivasi untuk mengembangkan diri dan bersemangat. Namun, bila efeknya menjadi negatif, kita malah akan merasa semakin terpuruk dan merendahkan diri sendiri. Hal itu lah, yang menurut saya semakin mempersulit kita untuk mencintai diri sendiri.
Walaupun saya sendiri masih terbilang tidak mahir dalam mencintai diri sendiri, namun saya sekiranya dapat menjabarkan hal-hal sederhana apa saja yang saya lakukan agar selalu ingat untuk mencintai diri sendiri.
Hal paling utama adalah, biasanya saya akan mengingat-ngingat hal-hal apa saja yang sudah saya miliki dan patut saya syukuri. Seperti contohnya, saya ingat saya masih punya keluarga yang mencintai saya dan mendukung saya. Lalu saya masih punya teman-teman saya yang selalu menghibur saya dan menerima saya sebagai teman baik. Kemudian ke hal-hal kecil seperti saya tidak kekurangan apapun pada fisik saya, saya masih tinggal di rumah yang nyaman, saya sudah berusaha sejauh ini sampai dapat berkesempatan melanjutkan kuliah di Universitas Brawijaya yang artinya saya bersaing dengan banyak peminat lain. Hal-hal kecil tersebut cukup dapat menenangkan hati saya bila saya sedang gundah karena merasa kurang. Hal-hal tersebut membuat saya kembali bersyukur dan menjalani hidup akan terasa lebih tenang dan tidak memberatkan.
Selanjutnya, biasanya saya akan mencoba mengalihkan pikiran buruk saya dengan melakukan kegiatan lain yang menyenangkan. Seperti contohnya menonton film atau drama korea, atau sesederhana berselancar di youtube. Di beberapa waktu juga biasanya saya akan memasak atau menjahit sederhana. Apabila perlu, saya juga akan menghubungi teman saya dan membicarkan hal lain di luar kekhawatiran saya. Kegiatan-kegiatan tersebut selalu berhasil mengalihkan pikiran-pikiran yang memberatkan karena merasa tidak cukup. Setelahnya saya akan merasa lebih baik dan pikiran buruk di kepala saya dapat terlupakan.
Dari pengalaman saya pribadi, menulis keresahan di buku diari biasanya tidak akan membuat saya merasa lebih baik. Sebaliknya, malah membuat saya merasa lebih buruk dan lebih terpuruk karena semakin dalam saya akan memikirkan keresahan saya. Sehingga saya akan menyiasatinya dengan langsung melupakan pikiran itu saja dengan mengalihkannya ke kegiatan lain yang lebih membawa efek positif pada kondisi hati saya. Namun, setiap orang tentu saja memiliki caranya sendiri untuk mengontrol suasana hati dan pikiran mereka karena bagi saya yang paling mengenal saya adalah diri saya sendiri.
Sekiranya, pemaparan di atas adalah bagaimana cara saya berusaha untuk tetap mencintai diri sendiri. Meskipun saya juga tidak luput dari perasaan buruk dan merasa tidak cukup, namun sekiranya ada beberapa hal kecil yang saya dapat lakukan agar tetap bisa mencintai diri sendiri sebagaimana adanya saya.
Komentar
Posting Komentar